ERA GLOBALISASI SEBAGAI PENYEBAB PERGAULAN BEBAS

Remaja seringkali identik dengan masa labil. Menurut WHO batas usia remaja adalah 12 tahun hingga 24 tahun. Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang lain, dan hubungan antara manusia ini biasa disebut sebagai pergaulan. Pergaulan juga salah satu hak asasi manusia (HAM) yang dibebaskan, namun harus tetap berpegang teguh pada norma-norma yang ada dan tidak bertabrakan dengan hukum serta HAM.

Pergaulan remaja sekarang semakin bebas, utamya di kota-kota besar. Para remaja ini banyak di sughuhi mengenai seks melalui pertunjkan, majalah ataupun musik. Dan para remaja tersebut juga mendapatkan informasi mengenai seks ini melalui media serta cenderung untuk melalukan seks bebas karena mereka menganggap hal tersebut sudah biasa dilakukan dikalangan remaja. Sebenarnya setiap remaja memiliki penyebab tersendiri mengapa melakukan bergaulan bebas, namun semua itu tumbuh karena kurang memilikinya pegangan di dalam hidup mereka di dalam hal agama dan juga masih labilnya tingkat emosi di kalangan remaja. Ada beberapa alasan lain yang menyebabkan remaj melakukan pergaulan bebas:

  1. Pelampiasan atas rasa kecewa

Disaat seorang remaja mengalami tekanan dikarenakan kekecewaan terhadap orangtuanya yang mendidik terlalu otoriter ataupun terlalu membebaskan mereka, pihak sekolah yang memberikan tekanan akibat banykanya tugas atau turunnya tingkat prestasi, dan lingkungan masyarakat yang memicu timbulkan pola pikir negatif dan para remaja cendrung salah untuk menghibur dirinya.

  1. Sikap mental yang tidak sehat dan pola pikir yang salah

Para remaja cenderung merasa bangga dengan apa yang mereka lakukan, dan pada khusunya untuk berperilaku yang tidak sepantasnya. Para remaja ini cenderung melakukannya hanya untuk kesenangan diri mereka sendir dan tidak ingin dianggap remeh oleh kalngan sebayanya. Mereka cenderung melambungkan gengsinya tanpa memikirkan dampak yang dapat di timbulkannya.

  1. Rasa penasaran dan pemahaman perasaan yang labil

Banyak di kalangan remaja yang salah paham dengan istilah pacaran. Misalnya saja mereka yang mempunyai hubungan yang labil dan hanya memikirkan kesenangan sementara saja tanpa memikirkan dampak di masa depan apabila mereka melakukan hubungan intim yang tidak sepantasnya dilakukan dikalangan remaja.

  1. Kegagalan remaja dalam menyerap norma

Arus globalisasi mempengaruhi pola pikir remaja, hanya karena mereka ingin terlihat lebih modern dikalangan sebayanya, banyak hal yang ditiru beberapa budaya barat yang tidak sesuai dengan niali-nilai pancasila, salah satunya menggunakan pakaian yang kurang pantas dengan budaya bangsa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*